seiring berjalannya zaman kita tidak terlepas dari pesatnya arus globalisasi dan bisa kita lihat berbagai info belahan dunia seiring berjalanya arus globalisasi kita dapat temukan berbagai macam berita baik itu politik, ekonomi, agama, dan budaya. tetapi kita tidak terlepas pada fenomena yang mendunia saat ini dalam perbincangan dunia kesehatan yang melibatkan banyak penggiat arus globalisasi memberitakan pada ruang-ruang publik mengenai virus corona.
Dunia saat ini gempar dengan wabah virus corona/covid-19 dan sudah tidak asing lagi kita dengar di berbagai belahan dunia bahwa virus corona tersebut telah banyak meranggut nyawa manusia, mengingat dalam salah satu buku fritjof capra titik balik peradaban ada banyak ketimpangan ummat manusia dan wabah penyakit mematikan pada saat itu.
kini kita indonesia dalam himbauan pemerintah dan juru bicara pemerintah telah mengumumkan kasus positif corona RI bertambah jadi 117 orang yang sebelumnya di nyatakan 69 yang terjangkit virus corona. kita bisa liat arus globalisasi yang begitu dengan cepat merespon keberbagai belahan dunia pada ruang-ruang publik tentu saja ini akan menjadi kecemasan rakyat indonesia.
Di tengah-tengah kalangan masyarakat ini seakan menjadi konsumsi yang tidak asing lagi sehingga tingkat kecemasan membalut di kalangan masyarakat di tambahnya pula pemberitaan media-media yang berterbangan memberitakan beberapa sekolah di liburkan, transfortasi di berhentikan, dan tempat-tempat keramaian di kosongkan dan bukan itu saja perkuliahan juga dialihkan dalam bentuk kuliah online. sebegitu panika kita ummat manusia sehingga kita seakan kehilangan tempat berpijak hilang keyakinan rentah dan resah di balut kematian di sebabkan oleh virus corona?
dalam dunia kesehatan bukan hanya virus corona saja yang mengancam nyawa manusia ada banyak penyakit yang lebih mematikan dari virus corona, sewalaupun memang benar virus corona ini langsun masuk dengan cepat pada peredaran darah tetapi bukan hanya corona saja yang menyeran peredaran darah ada banyak penyakit lainnya.
melihat arus globalisasi dalam dunia kesehatan seolah menjadi virus yang mencengkram pisokologi dalam diri manusia dengan berita corona saat ini yang begitu aktual sehingga kepanikan itu menjadi balutan isolasi diri pada kalangan masyarakat dan dimana pemberitaan pesat yang di bawa oleh arus globalisasi ini tidak ada daya untuk memabangkitkan kembali semangat sebagai mana jiwa manusia tidak rentah dalam kepanikan dan keputusasaan tentu saja ini menjadi virus baru yang di giring arus globalisasi.
maka marilah kita pada suatu fitrah dalam keyakinan bahwa tidak serta merta penyakit masuk dalam tubuh tanpa pencipta dan atas kehendaknya dan tidak ada penyakit yang tak dapat di sembuhkan atas idzinya pula maka marilah kita tetap semangat kuatkan iman dan tetap tanamkan kobar semangat dalam jiwa sama-sama sebab ikhtiar/upaya takan mendusta.
Semoga bermanfaat
"Muhammad kahlid wahid"
Minggu, 15 Maret 2020
Jumat, 13 Maret 2020
Corona dalam pusaran isolasi diri dan perlunya diplomasi kesehatan global
Melihat fenomena saat ini yang mendunia beberapa negara di gemparkan dengan wabah virus corona/covid-19 dan media-media berterbangan memberitakan wabah virus corona yang telah banyak meranggut nyawa,beberapa negara mengosongkan kotanya lalu menghimbau masyarakatnya tidak kelauar rumah seakan maut menjumput di luar rumah hal ini berujung isolasi diri yang dapat mengakibatkan kecemasan jiwa yang berlebihan.
Memang benar virus corona telah banyak meranggut nyawa dalam skala internasional dalam pemberitaan publik dan WHO mengumumkan angka kematian naik 3,4% yang terjangkit virus corona, tetapi apaka kita lupa dengan ilmuan muslim al-kindi dalam presfektif ada pencipta dan ada tercipta lalu kemudian seorang filsuf yang bernama plato dalam presfektifnya ada yang menggerakkan dan ada yang tergerakan, maka marilah kita kembali yakin tanamkan semangat jiwa tanpa adanya kecemasan yang mengancam pisikologi dalam diri.
Kini indonesia telah di umumkan bahwa warganya sudah ada 69 postif,tentu saja ini menjadi kewaspadaan dan ketakutan sebagai ancaman baru kelangsungan hidup di kalangan masyarakat, seiring di tambahnya pemberitaan media yang berterbangan menjadi konsumsi yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat mengenai virus tersebut maka seiring itu pula tingkat panik dan kewaspadaan gempar di kalangan masyarakat.
semestinya ruang- ruang publik meningkatkan mutu diplomasi kesehatan global melihat fenomena yang terjadi pemberitaan bukan hanya bentuk himbauan saja tetapi lebih subtansialnya jika adanya komodikatif yang menghilangkan rasa kecemasan masyarakat.
Kita masyarakat indonesia tetap tanamkan kobar semangat dalam jiwa jangan panik yang dapat mengakibatkan hal-hal yang patal karena penyakit sejatinya adalah keputusasaan dan tidak ada penyakit yang tak dapat di sembuhkan atas idzinnya TUHAN.
Semoga Bermanfaat
"Muhammad khalid wahid"
Memang benar virus corona telah banyak meranggut nyawa dalam skala internasional dalam pemberitaan publik dan WHO mengumumkan angka kematian naik 3,4% yang terjangkit virus corona, tetapi apaka kita lupa dengan ilmuan muslim al-kindi dalam presfektif ada pencipta dan ada tercipta lalu kemudian seorang filsuf yang bernama plato dalam presfektifnya ada yang menggerakkan dan ada yang tergerakan, maka marilah kita kembali yakin tanamkan semangat jiwa tanpa adanya kecemasan yang mengancam pisikologi dalam diri.
Kini indonesia telah di umumkan bahwa warganya sudah ada 69 postif,tentu saja ini menjadi kewaspadaan dan ketakutan sebagai ancaman baru kelangsungan hidup di kalangan masyarakat, seiring di tambahnya pemberitaan media yang berterbangan menjadi konsumsi yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat mengenai virus tersebut maka seiring itu pula tingkat panik dan kewaspadaan gempar di kalangan masyarakat.
semestinya ruang- ruang publik meningkatkan mutu diplomasi kesehatan global melihat fenomena yang terjadi pemberitaan bukan hanya bentuk himbauan saja tetapi lebih subtansialnya jika adanya komodikatif yang menghilangkan rasa kecemasan masyarakat.
Kita masyarakat indonesia tetap tanamkan kobar semangat dalam jiwa jangan panik yang dapat mengakibatkan hal-hal yang patal karena penyakit sejatinya adalah keputusasaan dan tidak ada penyakit yang tak dapat di sembuhkan atas idzinnya TUHAN.
"Muhammad khalid wahid"
Langganan:
Komentar (Atom)
Muhammad khalid wahid "Corona dalam virus arus globalisasi"
seiring berjalannya zaman kita tidak terlepas dari pesatnya arus globalisasi dan bisa kita lihat berbagai info belahan dunia seiring berjala...
matinya demokrasi
-
seiring berjalannya zaman kita tidak terlepas dari pesatnya arus globalisasi dan bisa kita lihat berbagai info belahan dunia seiring berjala...
-
Ini tentu bukanlah sebatas pernyataan tetapi juga adalah satu babak baru dari kenyataan. Benar kiranya statement dari sang Amerikanis Franci...
-
Melihat fenomena saat ini yang mendunia beberapa negara di gemparkan dengan wabah virus corona/covid-19 dan media-media berterbangan memberi...
