Memang benar virus corona telah banyak meranggut nyawa dalam skala internasional dalam pemberitaan publik dan WHO mengumumkan angka kematian naik 3,4% yang terjangkit virus corona, tetapi apaka kita lupa dengan ilmuan muslim al-kindi dalam presfektif ada pencipta dan ada tercipta lalu kemudian seorang filsuf yang bernama plato dalam presfektifnya ada yang menggerakkan dan ada yang tergerakan, maka marilah kita kembali yakin tanamkan semangat jiwa tanpa adanya kecemasan yang mengancam pisikologi dalam diri.
Kini indonesia telah di umumkan bahwa warganya sudah ada 69 postif,tentu saja ini menjadi kewaspadaan dan ketakutan sebagai ancaman baru kelangsungan hidup di kalangan masyarakat, seiring di tambahnya pemberitaan media yang berterbangan menjadi konsumsi yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat mengenai virus tersebut maka seiring itu pula tingkat panik dan kewaspadaan gempar di kalangan masyarakat.
semestinya ruang- ruang publik meningkatkan mutu diplomasi kesehatan global melihat fenomena yang terjadi pemberitaan bukan hanya bentuk himbauan saja tetapi lebih subtansialnya jika adanya komodikatif yang menghilangkan rasa kecemasan masyarakat.
Kita masyarakat indonesia tetap tanamkan kobar semangat dalam jiwa jangan panik yang dapat mengakibatkan hal-hal yang patal karena penyakit sejatinya adalah keputusasaan dan tidak ada penyakit yang tak dapat di sembuhkan atas idzinnya TUHAN.
"Muhammad khalid wahid"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar