Sabtu, 22 Februari 2020

Freud di antara belenggu nonmaterial dalam presfektif epistimologi tanda


Pergolakan pemikiran barat dengan barat, barat dengan timur maupun timur dengan timur terus bergejolak seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Mulai dari pemikiran barat yang membedakan antara ilmu dan pengetahuan, dimana yang dimaksud ilmu disaat kita mengetahui lebih dalam tentang sesuatu. Sedangkan Pengetahuan, kita hanya sekedar mengetahui saja tanpa mendalami sesuatu itu sendiri. Atas dasar itu, pemikir timur mencoba memberikan pandangannya bahwa ilmu pengetahuan itu sama, tidak ada perbedaan. 

Pergolakan pemikiran barat dan timur terus berlanjut sampai mengarah ke hal-hal non-material (gaib), dimana seorang bapak psikoanalisis yang berpahaman ateis yaitu Freud menolak akan adanya Tuhan yang gaib. Namun disisi lain, ia menerima bahwa dalam diri manusia ada alam bawah sadar, jiwa Sadat dan tubuh (material). Alam bawah sadar inilah yang tidak mampu dijangkau oleh indra yang kemudian Freud seorang bapak ateis mengakui keberadaannya. 
Murtada Muthahari membantah pernyataan Freud dengan pertanyaan bahwa dari mana engkau mengetahui alam bawah sadar ini?? Freud mengetahui alam bawah sadar berarti Freud sadar akan hal itu. Muthahari mengatakan Alam bawah sadar ini kita ketahui melalui material-material (realitas). Artinya pada semua benda hidup maupun mati ada sesuatu yang gaib dibalik itu, tidak mungkin tidak ada karena material itu digerakkan oleh sesuatu yang substansial. 

Alam bawah sadar merupakan pusat semua potensi diri maupun keinginan, yang ingin terus keluar dalam kesadaran dan realitas kita. Namun, potensi-potensi itu terhalang karena hal-hal material yang terus kita konsumsi sehingga potensi dalam diri (alam bawah sadar) menjadi terhalang. Sebagai contoh, seseorang ingin mendapatkan uang banyak dan harus bekerja keras, tapi karena ada hal-hal material yang terus ia konsumsi seperti game, maupun tidur akhirnya potensi untuk bekerja keras ini tidak akan keluar dan hanya menjadi halusinasi bagi dirinya. 

Aktualisasikan diri (alam bawah sadar) dengan baik karena itulah substansi diri kita yang sebenarnya. Sebagaimana Buya Hamka mengatakan bahwa jangan biarkan pikiran yang sehat diperbudak oleh tubuh yang malas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Muhammad khalid wahid "Corona dalam virus arus globalisasi"

seiring berjalannya zaman kita tidak terlepas dari pesatnya arus globalisasi dan bisa kita lihat berbagai info belahan dunia seiring berjala...

matinya demokrasi