Rabu, 26 September 2018

JERITAN KAUM TANI

Oleh: Sevsevan Umasugi

Melihat kondisi masyarakat di Indonesia terutama kaum tani yg selalu di perbudak dan di tindas dengan segala cara oleh rejim " yg tidak bertanggung jawab atas perlakuannya menbuat lemahnya masyarakat. Dimana pertanggung jawaban atas mentri pertanian di Indonesia dalam mengawal masyarakat para kaum tani???
Dan kini mahasiswa telah bumkan telah terhipnotis dengan berbagai macam eltronik yg canggih sehingga mereka salah memamfaatkan dengan sebaik " mungkin.
Intelektul dan kritikan sudah punah di telan waktu yg terbuang dalam zona nyaman

Suda jelas di bulan September merupakan bulan yg bersejarah bagi gerakan pahlawan kaum tani di Indonesia, pasalnya, pada tahun 1958 silam, pemerintah soekarno telah menetapkan Tanggal 24 September sebagai peringatan hari tani nasional

Pilihan bulan dan tanggal itu di sesuaikan dengan momentum lahirnya undang-undang pokok agraria (uupa) tahun 1960 sebuah undang-undang yang mengusung Semangat tanah untuk rakyat.
Kenyataan bahwa (uupa) tinggal teks belaka dengan sikap pemerintah tentang kesejahteraan petani

Dimana lahirnya undang-undang yang mengusung Semangat untuk rakyat itu berada, Atau suda telah terganti menjadi semangat untuk membohongi petani, uupa kini seakan-akan telah hilang di lenyapkan oleh oknum-oknum penguasa untuk kepentingan pribadinya sendiri, mereka tau namum apatis dengan persoalan ini.

Sampai detik ini petani seindonesia sebagian besar belum merasakan kesejahteraan dari jeri payah perjuangannya yg selama ini telah di korbankan, padahal kalu kita tinjau Kembali petani adalah sebagian dari kunci kebutuhan dan perdagangan para masyarakat dan penguasa di negara kita.

Marilah selamatkan kaum tani.
Kembali teriakan suara para pencari keadilan.
Diam tertindas atau bangkit melawan
Maka ada satu kata.. LAWAN

Penulis:  Sevsevan Umasugi
               "Aktivis Keperawatan"

Muhammad Khalid Wahid
            "Pemantik"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Muhammad khalid wahid "Corona dalam virus arus globalisasi"

seiring berjalannya zaman kita tidak terlepas dari pesatnya arus globalisasi dan bisa kita lihat berbagai info belahan dunia seiring berjala...

matinya demokrasi