Rabu, 26 September 2018

MUTIARAH KERINGAT

Oleh: Muhammad Khalid wahid

Gelap malam penuh kesunyiaan membuka pintu-pintu ilusi menyibakan tirai-tirai kesendiriaan jiwa saat perjalanan adalah perasaan hati gelisah menjadi tumpuan perlahan-lahan rasio menjauh akalpun pergi tampa berpesan saat kusadari semuanya aku terbujur dinegeri khayalan berharap akan fatamorgana....

Setelah kubangkit kembali ilusi keterpurukan nalarpun menggetarkan jiwa, Damainya bintang-bintang dan rembulan melukiskan cita-cita dan impian desir angin malampun menembus sukmaku....

Kini kujelang pagi yang indah kembali menghampaskan mimpi, Meraih bergantinya hari tersirat cahaya kedamaian membuktikan semangat dan perlahanku berjalan dalam dunia pendidikan sekujur keringat telah membasahi tubuh berbagai pengorbanan dan perjuangan yang diperkuat dengan doa....

Tiba masa dimana tetesan keringat dalamku mengejar impian gapaian cita-citaku semuanya telah menjelma dari butiran-butiran tetesan keringat menjadi mutiarah....

Tangispun kulihat di depan mata oleh orang yang selama ini penuh makna yang hakiki dalam hayat hidupku iya adalah kedua "Orang Tuaku" dalam sedihnya dan dalam genggaman pelukannya dibalik pakean sarjanaku mengenakan toga kuterbawa hanyut dalam kesedihan....

Deraian air mata mengalir membasahi pipi dihari kebahagiaan itu terlukislah kesan indah tetesan keringat dari perjuangan serta pengorbanan atas niat yang sungguh-sungguh menjadilah mutiarah keringat dalam kehidupan....[^]

Mutiarah Keringatku Selanjutnya S1....!

Pemantik: Sriwahyuni Sahang, Amd.Kep

Penulis: Muhammad Khalid Wahid
                  "Aktivis Keperawatan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Muhammad khalid wahid "Corona dalam virus arus globalisasi"

seiring berjalannya zaman kita tidak terlepas dari pesatnya arus globalisasi dan bisa kita lihat berbagai info belahan dunia seiring berjala...

matinya demokrasi