Kamis, 18 Oktober 2018

DENYUT NADI

Oleh: Muhammad Khalid Wahid

jiwa tak bernalar lagi....
nalar tak berasio lagi...
rasio tak berakal lagi...
akalpun tak berpesan lagi....

nalar kini hilang arah tumpuan perlahan-lahan rasio menjauh akalpun pergi tampa berpesan meninggalkan kesakitan sukma

tetapi nadi masi saja tetap berdenyut kencang diterpa semerbak angin bersama debar paling sempurna

misteri datang kembali, kubangkit dalam keterpurukan dikiasih impian yang datang dengan penuh misteri-misterinya

oh... kaulah debar debarku,kaulah denyut nadiku,dan kaulah pembangkit penggetaran jiwaku

dunia takan melupa karena hidup tampa perjuangan adalah hidup yang tak layak di jalani

sejarahkan mencatat dan membingkai syair-syair cinta suci kita

karena nadi masi saja tetap berdenyut di kandung hayat,  kaulah utuh terpatri dalam jiwaku.

Gowa, 18 oktober 2018

#MUH.KW.Z

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Muhammad khalid wahid "Corona dalam virus arus globalisasi"

seiring berjalannya zaman kita tidak terlepas dari pesatnya arus globalisasi dan bisa kita lihat berbagai info belahan dunia seiring berjala...

matinya demokrasi