Oleh: Muhammad Khalid Wahid
jiwa tak bernalar lagi....
nalar tak berasio lagi...
rasio tak berakal lagi...
akalpun tak berpesan lagi....
nalar kini hilang arah tumpuan perlahan-lahan rasio menjauh akalpun pergi tampa berpesan meninggalkan kesakitan sukma
tetapi nadi masi saja tetap berdenyut kencang diterpa semerbak angin bersama debar paling sempurna
misteri datang kembali, kubangkit dalam keterpurukan dikiasih impian yang datang dengan penuh misteri-misterinya
oh... kaulah debar debarku,kaulah denyut nadiku,dan kaulah pembangkit penggetaran jiwaku
dunia takan melupa karena hidup tampa perjuangan adalah hidup yang tak layak di jalani
sejarahkan mencatat dan membingkai syair-syair cinta suci kita
karena nadi masi saja tetap berdenyut di kandung hayat, kaulah utuh terpatri dalam jiwaku.
Gowa, 18 oktober 2018
#MUH.KW.Z
Tidak ada komentar:
Posting Komentar